Entri yang Diunggulkan

Makalah jumlah uang beredar

Tugas            : Makalah Mata Kuliah : Ekonomi moneter I Jumlah uang beredar Oleh                                    ...

Minggu, 27 Juli 2025

Musikalisasi Puisi II Pada Malam Aku Merindu #puisibagus #genresastra #p...


"Pada malam aku merindu... bukan sekadar karena sepi, tapi karena di setiap detik keheningan, ada namamu yang diam-diam kusebut."

Senin, 21 Juli 2025

Penghujung Jalan Beri Luka I #Puisicinta #Puisiperpisahan


Kita sudah pergi. tetapi kadang, kita masih memiliki harapan bahwa ia masih memikirkan kita. masih ingin bertemu kembali, meski semua itu adalah hal yang teramat mustahil terjadi. Begitulah penyesalan, selalu menampar ketika sudah tiada.

Jumat, 11 Juli 2025

 


Tren Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara Saat Ini: Analisis dan Prospek

    Maluku Utara, sebagai salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan keanekaragaman budaya, menunjukkan dinamika pertumbuhan ekonomi yang menarik untuk dianalisis. Dalam beberapa tahun terakhir, tren pertumbuhan ekonomi di wilayah ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari sektor kelautan, pariwisata, hingga pengembangan infrastruktur. Esai ini akan mengulas secara analitis tren pertumbuhan ekonomi Maluku Utara saat ini dengan menyoroti faktor-faktor pendorong, tantangan yang dihadapi, serta prospek ke depan.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

    Sektor kelautan dan perikanan menjadi tulang punggung ekonomi Maluku Utara. Dengan wilayah laut yang luas dan kaya akan sumber daya ikan, provinsi ini memiliki potensi besar dalam pengembangan industri perikanan. Pemerintah daerah telah menginisiasi berbagai program untuk meningkatkan produktivitas nelayan dan pengolahan hasil laut, termasuk pengembangan teknologi tangkap yang ramah lingkungan dan fasilitas pengolahan yang modern. Hal ini berkontribusi pada peningkatan nilai ekspor produk perikanan, yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi (Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, 2023). Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Maluku Utara pada tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,2%, didorong oleh sektor perikanan dan pariwisata yang mengalami peningkatan signifikan (Badan Pusat Statistik Maluku Utara, 2024).

    Selain itu, sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif. Keindahan alam, seperti pantai, pulau-pulau kecil, dan kekayaan budaya lokal, menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemerintah dan pelaku usaha pariwisata terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur pendukung, seperti akses transportasi dan fasilitas akomodasi. Investasi di sektor ini memberikan dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja dan pendapatan masyarakat setempat (Bank Indonesia, 2024).

    Pengembangan infrastruktur juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Pembangunan jalan, pelabuhan, dan fasilitas energi membantu meningkatkan konektivitas antar wilayah dan memperlancar distribusi barang dan jasa. Infrastruktur yang memadai juga menarik investasi dari sektor swasta, yang pada gilirannya memperkuat basis ekonomi lokal. Pemerintah provinsi terus menggenjot pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia sebagai strategi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah (Pemerintah Provinsi Maluku Utara, 2023).

Tantangan yang Dihadapi

    Meskipun terdapat berbagai potensi dan kemajuan, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan akses pendidikan dan pelatihan yang memadai bagi masyarakat, sehingga kualitas sumber daya manusia belum sepenuhnya mendukung pengembangan sektor-sektor unggulan. Hal ini berdampak pada produktivitas dan inovasi yang masih terbatas.

    Selain itu, infrastruktur yang masih belum merata dan terkadang kurang memadai di beberapa daerah menjadi kendala dalam optimalisasi potensi ekonomi. Beberapa wilayah terpencil sulit dijangkau, sehingga distribusi barang dan layanan menjadi tidak efisien.

    Tantangan lain yang tidak kalah penting adalah pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Eksploitasi berlebihan tanpa pengawasan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan yang berdampak negatif pada ekonomi jangka panjang, terutama di sektor kelautan dan pariwisata.

Prospek dan Rekomendasi

    Melihat tren saat ini, prospek pertumbuhan ekonomi Maluku Utara cukup menjanjikan jika berbagai tantangan dapat dikelola dengan baik. Pemerintah perlu terus memperkuat kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan industri lokal.

    Investasi dalam infrastruktur harus diprioritaskan untuk memperbaiki konektivitas dan aksesibilitas, terutama di daerah-daerah terpencil. Selain itu, penerapan teknologi ramah lingkungan dan praktik pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan sangat penting untuk menjaga kelestarian ekosistem dan mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

    Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Dengan sinergi yang kuat, Maluku Utara dapat memanfaatkan potensi yang dimilikinya secara optimal dan menghadapi tantangan dengan solusi inovatif.

Kesimpulan

    Tren pertumbuhan ekonomi Maluku Utara saat ini menunjukkan perkembangan yang positif dan menjanjikan, terutama didorong oleh sektor kelautan, perikanan, dan pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Maluku Utara (2024), pertumbuhan PDRB mencapai 5,2% pada tahun terakhir, dengan kontribusi sektor perikanan sebesar 28% dan pariwisata sekitar 15% dari total PDRB. Dukungan pemerintah dalam pengembangan infrastruktur, seperti peningkatan akses jalan dan pelabuhan, serta program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan vokasi, semakin memperkuat fondasi pertumbuhan ini (Pemerintah Provinsi Maluku Utara, 2023).

    Namun, untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif, tantangan seperti keterbatasan akses pendidikan yang saat ini baru menjangkau sekitar 60% penduduk usia produktif, infrastruktur yang belum merata di beberapa wilayah terpencil, serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan harus segera diatasi. Laporan Bank Indonesia (2024) menyoroti perlunya investasi lebih besar di sektor energi terbarukan dan teknologi ramah lingkungan untuk menjaga ekosistem laut yang sangat penting bagi perekonomian lokal.

    Dengan strategi yang terintegrasi dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Maluku Utara memiliki potensi besar untuk menjadi daerah dengan ekonomi yang kuat, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh (Bank Indonesia, 2024; Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, 2023). Oleh karena itu, komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong inovasi dan investasi menjadi kunci utama keberhasilan pertumbuhan ekonomi Maluku Utara ke depan.

Bukan Hanya Kamu, Aku Juga

Selasa, 02 Februari 2021

 

Penghujung jalan beri luka

 

Kasih…… aku tak tau apa lagi yang harus ku lakukan agar kau bisa kembali

Semua ini adalah salahku yang terlalu egois dalam berbahasa

Aku tak pernah memikirkan dampak pada diriku

 

Kita adalah satu yang telah lama membangun mimpi

Mimpi yang menjadi inginku saat nanti

Tapi….. senua tak seperti yang di idam-idamkan

Beruba seakan tersulap

Dan hilang bagaikan tertiup dingin malam

 

 

Mimpi…iyah serasa bagaikan mimpi

Kau dan aku terpisah yang di karenakan kesalah pahaman dalam diri

Hari ini aku ingin kau tau bahwa sampai saat ini rasa itu masih sama

Sama seperti awal ku melihatmu dan mengagumkanmu

 

Hai….. apa kabarmu apakah kau masih memikirkanku? Atau kah tidak sama sekali

Adakah waktu untuk kita bisa bersua kembali ?

Berbagi senyum dalam kehangatan bibir pantai

Kurasa semua itu takkan lagi

Karna aku telah merapuhkan semua harap-harap dalam dirimu

 

Ini semua serasa bagaikan mimpi yang tak kuinginkan

Kau pergi. Tanpa alasan yang jelas

Kau berpegang deng dalil yang kau anggap benar

Kau jauh karna perspektif dirimu

 

Kasih… adakah kesempatan yang datang untukku?

Agar aku bisa menjelaskan semua yang harus kau tau

Agar aku bisa pergi dengan ketenangan bukan dengan kekacawan yang tak ada ujungnya ini

 

#Coretantintapulpenpink

Ternate 2 Februari 2021

 

Furkan Sangaji

Senin, 18 Januari 2021

 

Indonesian  Kembali Menjerit

 

Tuhan……… aku ingin mengaduh

4 tahun telah berlalu tanah air ini masih saja menangis

Menjerit, mengeluh, dan mengintrospeksi semua yang telah terjadi

 

Aku teringat 4 tahun lalu kita dilanda bencana gempah bumi palu donggala, negri ini menangis

Saat saudara2, umat manusia di daerah tersebut menjerit

Berusaha bangkit dan menggilangkan trauma di alami

Hingga bibir negri ini mampu tersenyum kembali

 

Namun…… tak lama setahun kemudian anak bumi pertiwi ini menangis kembali

Maluku utara runtuh dilanca bencana yang sama

Memakan korban yang sama, negri ini kembali berduka

 

Indonesia berusaha tegar, tapi awal tahun 2020

Inonesia kembali tercengkram masalah global yang mematahkan kaki perekonomian

covid 19 membalut dunia ini, mengangetkan seluruh umat manusia

 

Dan pada awal tahun ini ada sejuta harapan tentan ketenangan dan kedamaian

Sayangnya engkau masih marah pada kami, bertubi-tubih

Sungguh menakutkan, kau kagetkan kami

Dari udarah, laut, dan daratan kau hancurkan

 

Entah apa salah kami………..

 

Tuhan….. Jika kami salah ampuni kami yang telalu banya salah padamu

Tuhan

Kami mohon ampun, ampuni kami yang terlalu terlena dengan persinggahan kami ini

Tuhan ampuni kami

Indonesia butuh senyuman tanpa ketakutan

Sekali lagi, ampuni kami

#Coretantintapulpenpink

Ternate, 18 Januari 2021

Furkan Sangaji

 

 

 

 

Minggu, 12 April 2020



“ Rasa Yang Tercengram Emosional”

Sungguh, Aku tak Mengerti…….
Hari itu, dengan tanpa ada keraguan…
Kau katakana padaku……

Kau merelakan  hubungan yang lama kita perjuangkan
Hanya karna, amarah pada suatu keadaan yang tidak di sengaja aku lakukan
Kenapa…!
Apa karna rasamu kini perlaham mulai memudar?
Ataukah, karna ada hangatnya pelukan lain yang kini mendekap dirimu…..

Aku tahu…….
Kau terlalu membiarkan rasa keegoisan memenjarakan rasionalitas
Sehingga tanpa ada alasan yang jelas kau usaikan semua impian yang kita rencanakan


                                    Aku hanya manusia…….
Dan kau tau itu, kita adalah ketidak sempurnaan yang saling melengkapi
Kita adalah kekosongan yang saling mengisi
Kita adalah ruang sepih yang mencari bunyi


Namun, ini adalah kenyataannya…..
Dan aku bisa apa….!
Selain…….
Berharap kau kembali pada kalbu yang membebaskan rasionalitan dari keegoisan yang melunjak



Tobelo  16 Januari

   Furkan Sangaji



Untuk Mereka Penikmat Malam
 
                Pada malam sepih kau menaru harapan
Pada kesunyian kau bersedih
            Lalu, pada mereka kau bergantung meski kau membenci
                        Wajahmu tertutup topeng kebohongan
                       
                        Udara malam adalah temanmu sedangkan siang adalah musuhmu
                        Tubuhmu adalah investasimu yang begitu kau andalkan
                                    Tak hiraukan apa kata orang yang  kau pikirkan hanyalah cara untuk hidup  diesok hari

            Hai ….... kau
Penikmat kepedihan, kenapa kau masih berumah ditempat itu
Sedangkan kau tahu untuk bisa bernafas diesok hari bukan hanya dengan jalan itu


Heiiiiiii…….. kau
Yang sedang tertutup kabut kepasrahan, tinggalkan tempat itu
Disitu bukan jalanmu, kembali lah dan usaikan perjalananmu itu
Jangan kau berharap pada dinginnya malam yang dipenuhi tarian para hidung belang


Heiii……. Kau
Sosok yang terbalut ketakutan, kembalilah
Karna selama tuhan masih ada kau takkan mati kelaparan………..


           Ternate, 1 April 2020


Furkan Sangaji

Rabu, 19 Februari 2020


Pada Malam Dingin Penuh Rindu

Gaduh

Ya.... Gaduh, begitu kurasakan kini. Semua seakan berlalu lalang dalam pikiranku

Letih

Iyah.... itu kurasakan kini

          Badanku kini tak mampu menyembunyikan lelahku, semua tersirat lewat lemasnya badan ini dan mata yang terlalu sayup saat memandang mentari pagi .

         

        Wahai Dikau..........

        yang telah pergi....


        Aku rindu.....

       Rindu akan semua marahmu, rindu akan semua harapmu, rindu akan tangismu, dan rindu-rindu yang tak bisa kusebut satu persatu.


      Aku rela............


      Badan ini letih dan lemas

      Tidur ini tak senyenyak dulu dan hari-hari lain
     
      langkaku tak sesempurna hari-hari lalu

                   Demi,
                            
                           Satu yang pasti......


            Inginmu kupenuhi meski mungkin tak seperti yang kau harapkan


       
#Mom
                                                                                                             Ternate, 19 Februari 2020
     

Senin, 11 November 2019


Pada awalnya, dimulai dari tajamnya tatapan. Dan itu, aku merasa.

Lalu, aku mendakat dengan langka tanpa ragu.

Dasusul dengan kalimat manis yang membuatmu risih dengan diriku. Karna itu, diriku

Terlintas pikiran hanya membuatmu kaget dan tersipuh. Karna saat itu, amarah dengan hubungan masih dengan diriku

Menghilang dalam waktu yang begitu singkat, memaksa jemari bercerita. Dan saat itu, kau bertanya.

Aku beritahu semua yang kurasa, tapi nampaknya, kau tak merasa. Dan saat itu, aku menjauh.

Temu membuat dirimu hadir kembali. Merasuki pikiranku, hingga menusuk kalbu yang teramat dalam. Di situ, ada dirimu.
Menanti hingga menembus tiga pergantian tahun. Di situ, kau memulai.

Berharap dengan mengabaikan sakit yang terasa, biarkan luka menguasai diri. Saat itu, aku terbiasa.

Kita memulai sebuah hubungan yang begitu tersimpan. Tak ada yang tau, meski kau dan aku saling mengetahui.

Banyak kenangan menjadi bukti. Namun keyakinan semakin menepih, membuat pertanyaan semakin menguasai hati.

Kala itu. Kau mulai meyakinkan. Hingga aku pertahankan,  kini semakin meyakini diri untuk tetap dalam cinta yang begitu dramatis.

Hingga saat2 merasuki pikiran, beri khayalan tentang perjalanan. Tiap langka selalu hadirkan kenangan, membuat hati tak tenang, saat harus mengenang tanpa ada pertemuan.

Harap dalam diri pun hadir hingga terjadi komitmen atara kita. Sebuah kesepakatan untuk tetap saling menatap menjadi jembatan untuk menuju tujuan. Doa dan saling mengingatkan menjadi penyemangat langka menuju tujuan.

Ingin ku usaikan semua hubungan ini dengan sebuah ucapan sakral yang menjawab tanya bapak penghulu.

Ingin ku sudahi semua ragumu, dengan meminta dirimu pada orang tuamu.
Ingin ku tetapkan dirimu menjadi temanku saat mengarungi malam untuk menjemput fajar.

Ingin ku jadikan kau makmum yang selalu setia menemaniku bercerita dengan sang pencipta.

Ingin ku buat kau menjadi guru pertama untuk anak2ku.

Ingin ku menjemput hari tua bersamamu, dengan kesederhanan yang menyimpan kebahagiaan.

Ingin ku kau sudahi semua yang telah berlalu dan memulai dengan diriku.

Aku tak bisa lebih dari mereka yang telah lalu tapi aku pastikan aku takkan berlalu.

Aku tak tau mengukir kisah abadi dalam hati tapi kujamin membekas dalam hati.

Aku tak tau mengukir  kisah cinta sejati tapi kau harus tau, itu pasti.

Aku tak bisa membawamu melintasi pulau2, dan menghabiskan waktu bersamamu, tapi aku bisa membawamu melintasi suara2 teriakan pengantin baru yang menandakan, aku akan tua bersamamu.

Sudahi lah rasa yang tak menentu, karna kau adalah penentu.

Sudahi lah cerita palsu, karna aku tak mau begitu.

Sudahi lah rasa takutku, buktikan kata2mu.
Jangan lagi biarkan aku terombang ambing dalam keraguan.

Jangan lagi biarkan aku berjalan tanpa kepastian.

Jangan lagi biarkan aku berkelana dengan kesedihan.

Jangan lagi menyiksa dirimu dengan cerita palsu.

Buang lah topeng yang selalu membuatmu angkuh dengan perasaan.

Jauhui panggung yang selalu menyakiti banyak orang.

Hilangkan lah kisah2 palsu yang hanya membawamu dalam jiwa yang senang dan bangga dengan pendustaan.

Hilangkan lah cerita2 palsu yang hanya membuatmu berlabu dalam lautan kebohongan.

Hilangkan lah kebohongan2 dan pendustaan2 yang hanya membuatmu terpuruk dengan dosa yang kau lakukan


Ayolah.....

Bebaskan dirimu dari kebodohan itu, karna itu hanya membuatmu kehilangan orang yang kau cinta.

Sudahi lah..........

Jangan lagi.....


Karna kini. Kita saling mencinta, saling menjaga, dan pernikahan pun adalah impian.

Maka, tataplah menjaga rasa ini seperti diriku yang begitu mencintaimu.

#Coretantintapulpenpink

Ternate, 1 November 2019


Furkan Sangaji









Tentangmu Sang Penunjuk Duniaku



Tak terasa. Kini, 44 hari telah di depan mata. Namun kebiasaan saat masih ada kamu masih saja aku lakukan. Contohnya pada pagi hari pasti saja ada pertanyaan yang sangat melekat padaku ketika aku duduk tepat di depanmu dengan secangkir kopi buatanmu dan pertanyaan itu seperti ini "Semalam kamu pulangnya jam berapa" . Itu yang sampai saat ini aku sering menunggu saat pagi hari. Haahaaa keliatannya aku terperangkap dalam mimpi yang tak kunjung usai. Mama sedang apa kamu saat ini? Aku rindu. Aku yakin pasti kamu sedang melihatku, dan itu pasti. Karna kemarin terlintas ada sebuah ungkapan dari orang yang begitu mencintaimu, seperti ini katanya "Koko kalo sholat bawa semua yah, mama masih ada hanya saja kita beda alam" . Seketika itu aku ingin menangin, namun diri ini tak mampu membuantmu tersiksa dengan ingatan tentangku. Mama aku yakin dan itu pasti kita akan bertemu, cepat atau lambat itu pasti karna itu adalah hukum alam. Sungguh, mama ketika kau pergi rumah yang dulu ramai sekarang, terasa begitu sepih. Kadangkala aku sering kaget di pagi hari saat mentari memanjakan mataku lalu dengan tergesah-gesah pergi di tempat yang selalu kau duduk saat pagi hari. Dan saat itu, aku hanya bisa tersenyum yang terbalut sedih ternyata aku terbangun karena terlintas suaramu mama. Sekarang rumah yang dulunya begitu ramai sekarang bagaikan rumah kosong tak berpenghuni. Aku sering berpikir kenapa, saat mama masih ada begitu banyak sanak saudara yang bergantian berdatangan tapi saat mama telah pergi mereka seakan lupa kalau dulu irumah ini adalah tempat mereka berbagi cerita. Apakah rumah ini sudah terasa asing! Ataukah aku yang sedang merasa terasingkan oleh keadaan?. Entah lah aku pun tak mengerti, mungkin ini sudah suratan takdir jika keluhan pun tak lagi berarti karna semua telah terjadi. Mama, sedih sebenarnya diriku ini kala harus tanpamu. Namun, ini adalah ceritamu yang telah di tulis oleh sang pencipta pasca kau buat perjanjian dengan sang pencipta. Aku pun sebaliknya mungkin saja esok aku menyusulmu. Mama, malamku kini tak seindah malam-malam saat kau masih ada. Sungguh, karna ketika masih ada kau pasti saja di ruangan tengah rumah ini pasti saja terpampang para biduan dangdut yang sedang bernyanyi di televisi dengan siaran yang sungguh kau sukai. Ummm, benarkan! Mama?. Aku masih ingat, tak mungkin kulupakan, kebiasaan yang begitu melekat dengan dirimu. Ada juga satu tempat yang kalo kata kak Mis itu "Kursi kebesaran" yang berada tepat di samping televisi yang selalu memanjakan matamu. Mama, kini aku tak lagi mendengar kata-kata dan kalimat dengan nada keras saat psgi hari. Karna, kebiasaan itu hanya ada padamu mama. Juga, sekarang tak lagi kudengar sindiranmu yang sering membuat cucumu tersipu malu, sindiran itu seperti ini "Cepat sana ganti baju jangan tunjukan bunga rosimu". Mama, apakah rumah ini akan ramai lagi! Ataukah, akan selamanya seperti ini meski aku tau kelak nanti ada seseorang yang akan datang dan bermukim disini bersama-sama denganku dan juga dengan orang yang begitu mencintaimu. Mama, sungguh aku rindu dan selamanya akan tetap merindu.      Mama, tak apalah yang terpenting kau tenang di alam sana dan aku tegar disini. Juga, aku kuat karena masih ada cintamu yang tak memudar serta masih ada tugasku yang kau tinggalkan yaitu menjaga pasanganmu dan wujudkan apa yang kau harapkan dariku.


#KataDemiKataYangTakPernaUsai


Furkan Sangaji

Kamis, 19 September 2019

Sang Inspirasi


"Sang Inspirasi"

Kini kau tak terlihat lagi 
Kau yang dulu selalu memenuhi lembaran putihku 
Kini tak terlihat oleh kasat mataku

Sang Inspirasi

Kau bukan pergi meninggalkanku
Tetapi sistem akademika yang memisakan kau dariku
Dan mencitakan jarak diantara kita

Sang Inspirasi

Aku rela dipisakan oleh sistem akademika
Karena itu sebuah gerakan pengembangan intelektual
Yang menjadi jembatan untuk menuju cita-cita yang agung

Sang Inspirasi 

Ada hal yang mampu membuatku tersenyum
Saat kau tak terlihat oleh kasat mataku
Hal itu adalah, senyuman yang tercurahkan dalam lukisan yang selalu menatapku
 Ketika aku terbangun dari tidur panjangku

Sang Inspirasi

Jika kau merindukanku, jangan kau lakukan banyak hal
cukup kau diam, dan memejaman mata
Karena, disitu aku akan hadir
dalam pikiranmu


#Coretantintapulpenpink


Ternate, 28 Februari 2018



Furkan Sangaji       



Sabtu, 16 Maret 2019





Dibalik Jalanan

            Terlihat gelapnya langit saat itu
            Yang diwarnai tarian para bintang bintang
            Rembulan terlihat redup saat itu

                        Gelombang air menghempas bebatuan
                        Bising tawa canda sekelompok orang
                        Menghiasi pesisir setapak kecil

            Tertawa lepas tanpa ada keraguan
            Menikmati malam pahit dengan senyuman
            Berbagi kehangatan dalam kedinginan

                        Pondasi kecil adalah tempat terbaik bagi mereka
                        Untuk melepaskan lelah seharian
                        Dan mengarugi malam untuk menjemput fajar
           
            Tak ada penyesalan meski dalam kesedihan
            Jalani hidup tanpa menggantungkan hidup pada mereka

                        Ya…… ya….. mereka
                        Mereka yang buta, Merekan yang lupa
                        Dengan tugas dan tanggung jawab mereka

Ternate, 16 Maret 2019


#Cotetantintapulpenpink                                                                   Furkan Sangaj




Sang Mentari

Hari mulai petang seraya menunjukan malam akan tiba
Mentari seakan malu pada awan yang berkeliaran
Perlahan-lahan menjauh dan bersembunyi dibalik laut barat ini

                        Hamparan ombak bermain di bibir pantai ini
                        Mengeluarkan nada tak beraturan dalam harmonisasi
                        Kulihat jauh disana, burung burung mulai berkicau mencari sarang

Bising Angin membawa penat padaku
Menghadirkan keresahan yang kusembunyikan
Mendatangkan ingatan padanya

                         Langit mulai gelap
 Menghadirkan tanya  padanya
Menghadirkan ragu padaku
Resa semakin menggebuh membuatku semakin bertanya
Dimanakah ia saat ini dan sedang apakah ia saat ini…….

Ternate, 14 Maret 2019
           


       Furkan Sangaji
#Coretantintapulpenpink














Selasa, 12 Maret 2019




Merayakan Kebebasan

Dingin pegunungan ini  mengempas tubuhku
Melemparkan sejuta kesalahan dalam ketidaksadaranku
Menyakitkan hati, pahit, perih, namun ini lah kebebasanku

                                    Aku menemukan jalan baru, dibalik kebingunganku
                                    Aku menemuan cahaya baru, dibalik warna warni yang begitu bercahaya
                                    Aku menemukan keyakinan, dibalik keraguanku

Padamu ingin kusampaikan    
Ini bukan soal aku dan kamu, tapi ini soal kita
Ini bukan bukan soal keegoisan, tapi ini soal perasaan

                                    Bukan pergi dan mengala, tapi tak mau menang dalam keegoisan
                                    Bukan tawa kau dan aku, tapi tawa kita
                                   
Di ketinggian ini pesta sederhana membawa luka
Luka yang mengobati, luka yang memberi
Luka yang menghapuskan bekas                    
                                   
                                    Selamat jalan ketinggian, kutinggalkan perayaan ini  padamu
                                    Dengan semua yang  telah terjadi………..
                                    Selamat jalan, selamat jalan  ketinggian
                                   
                                    Ternate, 28 Februari 2019                              
     By:
                                                                                                                        Furkan Sangaji
#Coretantintapuipenpink
                                   
                       

Rabu, 05 Desember 2018



Saat Senja Bercerita
                              Hari ini saat mentari mulai menguasi lagit, terdengar kicawan-kicawan burung yang berkeliaran di atas genting-genting rumah seiring mengeluarkan suara aneh yang mendatangkan kedamayan. Sejuk sekali, membuat tempat ini serasa bagaikan taman-taman yang dipenuhi oleh bunga-bunga indah yang sedang bermekaran. Kumbang-kumbang itu berlalulalang berhingap dan berpindah dari bunga satu ke bunga yang lainnya. Itulah yang saat ini aku rasakan, entah kenapa hari ini kedamain yang sangat berbeda menghampiri diriku.
Aku duduk di bibir pantai ini dan kulihat keindahan alam ini, kutatap sudut-sudut lagit ini. Tampaknya hari mulai sore dan burung-burung yang berkicau itu satu persatu beranjak meninggalkan genting-genting rumah lalu pergi ke sarangnya masing-masing. Aku masih tetap diam di bibir pantai ini dan tak hiraukan suasana yang mulai berubah karena ada satu hal yang sedang berkeliyaran dalam pikiran ini.
Ingatan yang tak asing ini tiba-tiba muncul dan membuat aku terbawa dalam dunia tak berujung “Dunia Fantastis” satu demi satu khayalan bergantian merasuki pikiranku. Hempasan angin sore ini menghadirkan kerinduanku padanya yang saat ini sedang berada di tempat yang berbeda denganku. Ia, berbeda ! Dia disana dan aku disini, aku tahu aku dan dia duduk diatas lautan yang sama “Lautan Indonesia” namun, di tempat yang berbeda, satu demi satu pertanyaan yang memang dan benar sangat tak asing lagi mulai berdatangan. Sedang apakah Dia?, Nyamankah Dia ?, Kapankah kita bertemu?, Mungkinkah Dia sedang merasakan hal yang sama?, aku tak tahu yang pasti saat ini aku sedang merindukannya yang sedang berada di sana “Di Tanah Kelahiran” aku tak tahu kapan Dia akan kembali dan merajut kisah denganku, mengotori lembaranku, meneteskan tintaku, menghanyutkan sejuta keresahan ini.
Tak sengaja aku melihat di ujung lautan ini, ternyata sang mentari mulai bersembunyi di ujung lautan ini. Akupun sadar ternyata senja telah datang dan pergi meninggalkanku, aku mendengar ada pesan yang di sampaikan padaku “hey kawan kembalilah dan tunggulah, ia akan kembali, ia akan menemuimu, ia akan datang, ia akan pulang” seketika itu aku terbangun dari buayan dunia tak berujung itu “Dunia Fantastis” ternyata pesan itu adalah pesan yang disampaikan oleh keyakinan yang tiba-tiba datang menghampiriku dan menghempas semua pertanyaan yang berlalulalang di pikiran ini.
Malampun tiba dan Rembulan menghampiriku memberikan sinar penghidupannya, bintang-bintang mulai berdatangan langit mulai dipenuhi sinar mereka sedangkan mentari hilang diujung lautan ini. Akupun sadar ternyata aku telah mengabaikan senja saat ini, aku telah mengabaikan mentari hari ini, dan akupun telah melupakan indahnya lautan ini. Aku bangun dari tempat dudukku dan bergegas pergi meninggalkan semua keresahan yang menghantuiku dan membawa pulang sejuta keyakinan yang saat ini sedang berjalan denganku.

#Bibir Pantai Jikomalamo
Ternate, 25 Juli 2018
       
     Furkan Sangaji